-->

Dansatgas Hadiri Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Di Rumkitban Atambua




Pada hari Kamis tanggal 04 Febuari 2021 Pukul 08.50 s.d 10.35 Wita bertempat di Rumkitban Atambua,Jln.Piere Tandean-Gerbades Kel.Beirafu,Kec. Atambua Barat, Kab. Belu, NTT telah dilaksanakan Pencanangan Vaksinasi dan pelaksanan Vaksin  Covid-19 kepada 10 orang pejabat publik prioritas penerima Vaksin tahap pertama Kab.Belu.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif RK 744/SYB Letkol Inf Alfat Denny Andrian, dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Kamis (04/02/2021).

Dikatakannya, pada situasi saat ini ada jutaan masyarakat di Indonesia sangat rentan tertular COVID -19. 

"Oleh karena itu, perlu segera dilakukan intervensi tidak hanya dari sisi penerapan protokol kesehatan namun juga diperlukan intervensi lain yang efektif untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit melalui upaya pemberian vaksin." ucapnya

10 pejabat publik prioritas penerima Vaksin tahap pertama tersebut antara lain : 

1. Bupati Belu, 
2. Dandim 1605/Belu, 
3. Ketua PN Atambua, 
4. Kabag Ops Polres Belu,
5. Inspektur inspektorat Kab.Belu, 
6. Kadis Kominfo Kab.Belu,
7. Sekertrais Dinas BKKBN Kab.Belu, 
8. Kabid SDM UKP Kantor BPJS Cabang Atambua,
9. Staf Protokoler Pemda Belu, dan
10. Ketua Pena Batas/Wartawan 

Sebanyak 21 pejabat wilayah kabupaten Belu hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Bupati Belu, Wakil Bupati Belu, Plt Sekda Belu, Dandim 1605/Belu, Dansatgas Pamtas RI - RDTL Sektor Timur Yonif RK 744/SYB, Kepala Kejaksaan Negeri Atambua diwakili oleh Staf, Ketua Pengadilan Negeri Atambua, Kabag Ops Polres Belu, Inspektur Inspektorat Kab.Belu, Kepala Dinas Kominfo Kab.Belu, Kepala Dinas P dan K Kab.Belu, Kasat Pol PP Kab.Belu, Kepala Dinas BKKBN Kab.Belu, Kepala Dinas PMD Kab.Belu, Kepala Kantor BPJS Cabang Belu, Kepala Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Atambua, Para Ketua himpunan Tenaga Kesahatan Kab.Belu, Camat Kota Atambua, Camat Atambua Barat, Camat Atambua Selatan a.n.Silvia Celeste Do Amaral,S.STP. Insan Pers.

Bupati Belu Willybrodus Lay,SH. memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi pencananganan Vaksinasi Covid-19 di Kab.Belu yang ditandai dengan pemukulan Gong.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa pandemi Covid -19 memberikan tantangan besar dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia. 

"Pandemi COVID-19 juga berdampak terhadap sistem kesehatan di Indonesia bahkan di Kabupaten Belu yang terlihat dari adanya penurunan kinerja pada beberapa program kesehatan." jelasnya

"Dalam rangka menyukseskan Vaksinasi massal ini, Saya mengajak Dinas / Lembaga terkait, beserta perangkat kerjanya, Organisasi Masyarakat Sipil, dan lembaga-Lembaga Swadaya Masyarakat untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam penyuntikan Vaksin Sinovac Covid-19 ini." pintanya

"Kegiatan vaksinasi ini tidak akan bisa berjalan dengan baik apabila tidak didukung oleh seluruh Lintas Sektor. Oleh karena itu saya mengajak kita semua mendukung demi suksesnya program vakinasi covid-19 ini." tuturnya

Disebutkannya, peran TNI, Polri, Satpol PP, Para Kepala Dinas dan Jajarannya, para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Para camat, Kepala Desa, RT/RW dan seluruh lapisan masyarakat diharapkan berpartisipasi aktif dalam sosialisasi dan penggerakan sasaran agar masyarakat luas dapat menerima informasi terkait tujuan, waktu, jadwal dan dapat menggerakkan kelompok sasaran sesuai waktu pelayanan vaksinasi Covid-19. 

Sasaran pelaksanaan kegiatan Vaksinasi covid-19 adalah kepada seluruh masyarakat umur 18-59 tahun di wilayah Kabupaten Belu. 

Pada periode I bulan Januari - April 2021 vaksinasi dilakukan kepada Petugas kesehatan dan petugas Publik. Pada periode I bulan Maret - April 2021 vaksin diberikan kepada Masyarakat Rentan terutama masyarakat di daerah dengan penularan resiko tinggi dan Masyarakat lainya dengan pendekatan cluster sesuai dengan ketersediaan vaksin. Pelayanan vaksinasi dilaksanakan di 18 fasyankes yang tersedia di Kabupaten Belu yaitu 17 puskesmas dan 1 Rumah Sakit yaitu Rumkitban Atambua.

Bupati Belu juga mengharapkan Organisasi Profesi (IDAI, IDI, IBI, PPNI, IAKMI, dil) agar mendukung kegiatan pelayanan vaksinasi Covid-19 ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan. 
Dukungan pihak swasta, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, untuk terlibat aktif membantu menyukseskan pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 ini. 

"Untuk seluruh lapisan masyarakat agar terlibat dalam kegiatan ini dengan menyediakan waktu datang ke tempat pelayanan vaksinasi di Puskesmas dan Rumah Sakit sesuai waktu yang telah ditentukan." sebutnya

"Mari bersama kita sukseskan kegiatan bersama penyuntikan Vaksin Sinovac Covid-19 dengan tetap patuh dan disiplin Menerapkan upaya pencegehan lainya sesuai rekomendasi WHO, untung sering cuci tangan,Memakai Masker, Menjaga jarak, Menghindari Kerumunan, Menerapkan etika batuk/bersin, serta isolasi bagi yang Sakit dan karantina untuk kontak erat. Serta Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), untuk Memutuskan mata rantai penularan di Indonesia khususnya Kabupaten kita ini." pungkasnya

Pembacaan nama - nama pejabat publik yang akan menerima Vaksin dan tata urutan pelaksanan vaksinasi disampaikan oleh dr. Ckm.Rukmana Wijayanto (Dokter Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif RK 744/SYB)

Pukul 09.22 Wita dilaksanakan Vaksinasi yang dimulai oleh Bupati Belu selanjutnya diikuti oleh pejabat Publik lainnya.

Pukul 10.27  Wita rangkaian kegiatan pencanangan vaksinasi dan Vaksinasi kepada 10 pejabat Publik Kab.Belu selesai dengan tertib dan aman.

Dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dilakukan dengan sistem 4 meja yang alur pelaksanaannya sebagai berikut : 

1) Meja satu (1) verifikasi data

2) Meja dua (2) Skrining anamnesa dan edukasi Vaksin Covid-19.

3) Meja tiga (3) pemberian Vaksin

4) Meja Empat (4) penerima vaksin beristirahat 30 menit untuk megantisipasi  KIPI ( kejadian ikutan pasca imunisasi ) serta diberikan kartu vaksin dan edukasi pencegahan Covid-19.

Dalam ketentuan bagi yang tidak boleh menerima Vaksin Covid - 19 diantaranya seperti Pernah terkonfirmasi menderita COVID-19, Sedang hamil atau menyusui, Mengalami gejala ISPA seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir, Anggota keluarga serumah yang kontak erat/suspek/konfirmasi/sedang dalam perawatan karena penyakit COVID-19, Memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak dan kemerahan setelah divaksinasi COVID-19 sebelumnya, termasuk penyakit berat lainnya sebagaimana yang dapat beresiko fatal.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Dansatgas Hadiri Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Di Rumkitban Atambua"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel