-->

Pangdam XVIII/Kasuari Selaku Anak Adat Berhasil Perjuangkan Kuota Penerimaan Caba PK TNI AD Otsus OAP Wanita (Kowad) dari 3 orang menjadi 40 orang




Manokwari. kasuari18 – Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr. (Han) selaku Pangdam XVIII/Kasuari yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (25/9/2020) menjelaskan bahwa penerimaan Calon Bintara (Caba) Prajurit Karier (PK) TNI AD Otonomi Khusus (Otsus) Orang Asli Papua (OAP) baik Pria maupun Wanita di Provinsi Papua Barat direncanakan sejumlah 1.000 orang. Kebijakan tersebut merupakan Kerjasama antara TNI AD dalam hal ini di selenggarakan oleh Kodam XVIII/Kasuari dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah Papua Barat dengan sumber pembiayaan dari anggaran Otonomi Khusus Provinsi Papua Barat. Terkait hal tersebut, Puji syukur kepada Tuhan telah disetujui oleh Menteri Pertahanan RI, Bpk Prabowo Subianto dan Bapak Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa beberapa waktu yang lalu.

“Proses rencana penerimaan Caba PK TNI AD Otsus OAP sejumlah 1.000 orang tersebut, sebelumnya juga didasari atas hasil Rapat Koordinasi Pangdam XVIII/Kasuari sebelumnya yakni Mayjen TNI Ali Hamdan Bogra, S.I.P., M.Si bersama Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan dengan para Bupati jajaran Prov. Papua Barat yang digelar melalui video conference, Senin (3/8/2020), bertempat Swiss Bell Hotel, Manokwari, Papua Barat. Dari hasil Rapat Koordinasi tersebut, sesuai dengan kesepakatan bersama ditetapkan untuk kuota Caba PK TNI AD Otsus OAP Kodam XVIII/Kasuari terdiri dari 980 Pria dan 20 Wanita,” ucapnya.

Berkaitan dengan penentuan alokasi Caba PK  TNI AD Otsus OAP Wanita sudah melalui hasil laporan dari Staf Personalia Mabesad  yang didasarkan atas aturan yang selama ini berlaku dimana perbandingan jumlah Caba PK TNI AD Pria dengan Wanita memiliki perhitungan tersendiri yaitu 1% dari jumlah keseluruhan Caba PK TNI AD Pria yang ada.

“Sebenarnya alokasi semula untuk Caba PK  TNI AD Otsus OAP Wanita (Kowad) secara Reguler Kodam XVIII/Kasuari hanya dialokasikan sejumlah 3 s.d 5 orang selama ini sehingga apabila dialokasikan menjadi 20 orang, sebenarnya sudah melebihi dari kuota yang ada”.

“Pertimbangan lainnya juga dihadapkan dengan tempat Pendidikan bagi Caba PK  TNI AD Wanita (Kowad), hanya memiliki 1 (Satu) Lembaga Pendidikan yaitu di Pusdik Kowad yang berada di Lembang, Jawa Barat, berbeda dengan tempat Pendidikan Caba PK TNI AD Pria yang berada di setiap Rindam di seluruh Indonesia. Di Pusdik Kowadpun daya tampung pendidikan terbatas yaitu sekitar 175 orang dari seluruh Kotama di Indonesia, dan paling banyak berasal dari Prov. Papua Barat. Keterbatasan tersebut, juga terkait Mess, kelas beserta bangkunya dan pendidikan Kecabangan menyangkut pelatih, pengasuh, dan program pendidikan,” tambahnya.

Lebih lanjut Pangdam XVIII/Kasuari menjelaskan saat kunjungan yang dilaksanakan Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Maxi Nelson Ahoren bersama jajarannya beberapa waktu lalu, Selasa (22/9/2020), terkait permohonan kebijakan penambahan alokasi untuk Caba PK  TNI AD Otsus OAP Wanita (Kowad) yang semula sejumlah 20 orang agar bisa ditambah jumlahnya. Atas permohonan dari Ketua MRPB tersebut, selaku Pangdam XVIII/Kasuari sangat mengapresiasi dan telah menindaklanjuti ke Pimpinan TNI AD. 

“Hal yang mendasari penambahan kuota adalah didasarkan atas banyaknya animo generasi muda Papua untuk menjadi Prajurit Bintara PK  TNI AD (Kowad). Untuk itu saya melaporkan dan mengajukan permohonan kembali kepada Kasad agar berkenan menambah kuota Caba PK  TNI AD Otsus OAP Wanita dari alokasi yang semula 20 orang menjadi paling maksimal sejumlah 40 orang. Puji syukur kepada Tuhan, Bpk Kasad  dapat menerima permohonan tersebut dengan baik sehingga hal ini menjadi atensi yang luar biasa dari Pimpinan TNI AD dan patut kita syukuri,” tutur Pangdam XVIII/Kasuari.

Sebagai tindak lanjut Kerjasama antara TNI AD dalam hal ini dilaksanakan oleh Kodam XVIII/Kasuari dengan Pemerintah Prov. Papua Barat, maka pada hari Sabtu,26 September 2020, bertempat di Hotel Aston Niu, Manokwari telah dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja sama (MoU) antara Pemerintah Prov.Papua Barat oleh  Drs. Dominggus Mandacan selaku Gubernur Prov.Papua Barat dan Kodam XVIII/Kasuari oleh Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr (Han) selaku Pangdam XVIII/Kasuari, tentang hasil final terkait rekrutmen Caba PK TNI AD Otsus OAP sejumlah 1.000 org, yang terdiri dari 960 org Caba PK Pria dan 40 org Caba PK Wanita (Kowad). Selanjutnya pada Minggu, 27 September 2020, 40 org Caba PK Wanita akan diterbangkan ke Bandung guna mengikuti Pendidikan di Pusdik Kowad, Lembang dan  bergabung dengan personel lainnya dari seluruh Indonesia.

Terkait proses seleksi, dijelaskan bahwa sebelumnya telah dilaksanakan pentahapan seleksi melalui Kodim-Kodim dan Pemda setempat (Sub Panpus) sampai dengan saat ini telah memasuki seleksi tingkat seleksi Panpus di Makodam XVIII/Kasuari. Alokasi yang ada telah diatur di setiap Kabupaten dan semua sudah ada perwakilannya. Tahapan kegiatan werving penerimaan calon Prajurit Otsus OAP, bertujuan untuk menyeleksi dan menjaring para calon Bintara yang sehat, berkualitas, baik dari aspek Administrasi, Kesehatan, Jasmani, Psikologi dan memiliki kecerdasan IQ yang memadai dikarenakan diproyeksikan sebagai seorang Bintara bukan Tamtama. Dengan demikian mereka nantinya diharapkan dapat mengikuti seluruh proses pendidikan dengan baik.

“Obyektivitas penilaian harus kita junjung tinggi dan dijadikan sebagai prioritas utama, sehingga dalam kegiatan sidang pemilihan tingkat Pusat Caba PK TNI AD Otsus OAP Wanita (Kowad) dapat menghasilkan keputusan yang adil, jujur, transparan dan akuntabel dan kita menginginkan calon-calon yang Bintara (Kowad) yang berkualitas, serta memenuhi persyaratan yang memang layak lulus untuk mengikuti Pendidikan. Kegiatan werving Caba Otsus OAP Wanita (Kowad) ini tidak selesai hanya pada biaya seleksi dan pendidikan saja, namun terkait bagaimana setelah mengikuti pendidikan yang meliputi gaji 1.000 Prajurit yang terpilih kedepan apalagi hal ini merupakan program baru dari TNI AD,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Pangdam XVIII/Kasuari, jika di perhatikan dari jumlah animo pendaftar Caba PK TNI AD Otsus OAP Pria maupun Wanita di wilayah Prov. Papua Barat ini ternyata sangat tinggi, walaupun ditengah-tengah merebaknya wabah Covid-19. Namun  hal ini ternyata tidak menyurutkan minat dan keinginan dari peserta untuk masuk jadi Bintara PK TNI AD Otsus OAP.

“Sehubungan dengan sudah ditentukan kuota bagi Caba Otsus OAP Wanita (Kowad) walaupun secara perhitungan sudah melebihi batas yang telah ditetapkan, namun tentunya didasarkan atas jumlah animo yang sangat tinggi maka bagi Calon Bintara PK TNI AD Wanita (Kowad) yang belum berhasil pada kesempatan kali ini, saya berpesan jangan putus asa, tetap semangat, jaga kesehatan, jaga kondisi fisik dan Psikologi serta jangan lupa berdoa kepada Tuhan YME. Perjuangan belum berakhir, selanjutnya akan diberikan kesempatan untuk mengikuti seleksi Caba PK Reguler Wanita (Kowad) pada tahun berikutnya,” pesan Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa.(Letkol Inf Ertoto)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pangdam XVIII/Kasuari Selaku Anak Adat Berhasil Perjuangkan Kuota Penerimaan Caba PK TNI AD Otsus OAP Wanita (Kowad) dari 3 orang menjadi 40 orang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel