Cerita Haru, Warga Papua Saat Perpisahan Dengan Satgas Yonif 411 Kostrad



Merauke — Suasana sedih dan haru mewarnai perpisahan dan pamitan anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Sektor Selatan Kabupaten Merauke Yonif MR 411/PDW Kostrad yang akan kembali ke satuannya di Kota Salatiga dengan masyarakat di perbatasan RI-PNG. 

Hal tersebut di ungkapkan Dansatgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., dalam sebuah kesempatan saat dalam perjalanan berlayar menggunakan KRI Banda Aceh-593 tepatnya di Timika, Papua, Jumat(26/6/2020).

Dansatgas mengungkapkan, ikatan batin yang sedemikian erat antara Satgas dan masyarakat, melahirkan momen-momen penuh cinta dan kasih sayang. Hal ini selaras dengan motto Satgas sejak awal bertugas, yakni "Menjaga NKRI dengan menghadirkan kebahagiaan di perbatasan Papua".

Lanjutnya, hubungan yang telah dibangun selama 11 bulan melahirkan kepercayaan dan membuat masyarakat menganggap personel Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad seperti keluarganya sendiri. Sehingga tali silaturrahmi yang erat tersebut, membuat masyarakat merasa berat hati melepaskan pasukan kembali ke home base.

Seperti halnya momen haru, warga Kampung Kirely, Distrik Ulilin, yang menangis dan memeluk erat ketika melepas 18 anggota Pos Bupul 13 yang dipimpin Danpos Letda Inf Yusri Khoirudin pada saat acara pamitan yang didepan pos pada, Selasa(15/6/2020).

"Acara pamitan itu dihadiri seluruh masyarakat satu kampung, seolah tak rela melepas prajurit yang telah dianggap keluarga pulang ke satuannya," ucapnya. 

Salah satunya Mama Tabita Dakujai (45) warga Kampung Kirely istri dari Ketua Adat Suku Yeinan, yang menangis dan memeluk erat para personel saat dipamiti akan pulang ke satuan asalnya, setelah serah terima tugas dengan Satgas Yonif 125/Si'mbisa. 

"Warga mengaku senang dan merasa sangat terbantu akan kehadiran kami di sini. Walaupun dengan berat hati, kami harus kembali ke Salatiga, karena tugas kami telah usai sebagai Satgas Pamtas," tuturnya. 

"Kami sangat berterima kasih dan bangga kepada masyarakat yang telah menerima kami dengan baik, serta ikut mendukung kami dalam menjalankan tugas," tutupnya.

Terpisah, Kapolsek Sota Iptu Makruf Suroto
atas nama nama pribadi dan seluruh anggota Polsek Sota menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas dedikasi yang telah ditunjukkan oleh Satgas Pamtas Yonif MR 411/PDW Kostrad.

"Perpisahan kita ini, sebagai penghargaan untuk mengantar rekan-rekan Satgas yang telah mengabdi selama 11 bulan, selama bertugas bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban di perbatasan," ujar Kapolsek. 

Sementara itu, Kashimirus Sangra (64) Kepala Suku Kanum Yanggandur dalam perpisahan dengan personel Pos Yanggandur juga mengucapkan terima kasih, rasa hormat dan bangganya atas pengabdian Satgas yang telah menjaga Kampungnya dengan baik dan aman. 

"Anak disini bertugas baik, Bapak Danpos bertugas baik disini, terima kasih semua sudah menjaga keamanan kampung kami, terima kasih banyak," ucapnya. 

Momen haru perpisahan Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad dengan warga masyarakat Papua di perbatasan RI-PNG terjadi diseluruh Pos-pos Satgas yang memiliki warga binaan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cerita Haru, Warga Papua Saat Perpisahan Dengan Satgas Yonif 411 Kostrad"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel