-->

Memasuki Musim Panen Kedua, Bappenas Persiapkan Langkah Mengatasi Kekeringan




Saat ini di Indonesia akan memasuki musim kemarau di bulan Mei atau Juni 2020 dengan puncaknya di bulan Agustus atau September 2020. Diprediksikan masih terdapt peluang curah hujan tinggi di beberapa daerah selama periode Mei, Juni – Agustus 2020. Berdasarkan data KSA BPS, Indonesia akan memasuki musim panen raya kedua pada bulan Agustus 2020. Melihat potensi musim kemarau yang dapat menyebabkan kekeringan maka diperlukan langkah-langkah penanggulangannya.

Beberapa langkah atau kebijakan menyiasati kekeringan di musim panen raya disampakan Kementerian Perencanaan Pembangunan (PPN)/Bappenas dalam Rapat Terbatas yang diikuti oleh Menteri Suharso Monoarfa di kediamannya di Jakarta pada, 5 Mei 2020.

“Potensi impor beras semakin sulit, sehingga pengamanan pasokan dari produksi dalam negeri harus menjadi fokus utama,” ujar Menteri.

Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di perum Bulog tercatat 1,3 juta ton per 30 April 2020. Saat bulan panen raya maka perlu langkah mengoptimalkan penyerapan gabah untuk mengamankan CBP. Kemudian di masa tanam kedua nanti perlu ada penjaminan dan pengamanan dengan memastikan penyaluran pupuk dan benih, terutama pada provinsi yang menjadi sentra produsen pagi.

“Siklus produksi gabah kering giling kita mengikuti siklus cuaca sehingga luas panen padi rata-rata meningkat pada bulan Maret dan April, kemudian Juli dan Agustus. Luas panen padi menurun pada bulan November, Desember sampai bulan Februari, karena itu pemerintah senantiasa menyesuaikan CBP dengan siklus tersebut. Jadi intinya kesediaan pangan menjadi penting di setiap bulan bagi kita,” kata Menteri

Sejauh ini prediksi daerah rawan kekeringan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Jabar selatan, Jatim, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Maka di provinsi tersebut dapat dilakukan penyiapan bantuan benih padi varietas tahan kekeringan seperti Inpari 38, Inpari 39,dan sebagainya.

“Sebelum kekeringan melanda, agar kiranya waduk dan embung yang sudah terbangun selama ini dapat dioptimalisasi pemanfaatannya dan bila perlu penyiapan skenario modifikasi cuaca (hujan buatan),” ungkap Menteri.

Selasa, 5 Mei 2020
Tim Komunikasi Publik
Kementerian PPN/Bappenas

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Memasuki Musim Panen Kedua, Bappenas Persiapkan Langkah Mengatasi Kekeringan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel